Sabtu, 23 Januari 2016

Penyebab Struktur Beton Retak



Dalam suatu proyek yang namanya kesalahan pasti ada, seperti misalnya beton retak. Hal ini disebabkan beberapa faktor.

1. Perencanaan yang keliru
Walaupun konsultan perencana sudah merencanakan bangunan dengan tepat, tetapi pasti ada kesalahan seperti salah ambil data, salah rumus, salah hitung, dsb. Sehingga hasil yang terjadi adalah ketidaktepatan dalam pemilihan ukuran struktur beton, jumlah dan ukuran besi yang digunakan, serta kualitas beton yang akan dipakai.

2. Pembongkaran bekisting yang terlalu cepat
Beton tanpa campuran khusus akan mencapai puncak kekuatan pada umur +/- 28 hari, hal itu berarti sebelum umur tersebut beton belum bisa menerima beban maksimal, dalam artian terlalu cepat membongkar cetakan beton sehingga akan terjadi pembebanan diluar kapasitas beton atau terjadi keretakan dan patah pada beton.

3. Bekisting yang tidak kuat
Bekisting pada balok atau pelat lanyai yang cetakannya tidak kuat akan berpotensi mengalami lendutan, jika lendutan di luar batas maksimal maka beton bisa mengalami retak.

4. Pelaksanaan yang keliru
Di dalam pelaksanaan harus diberikan pengawasan yang ketat dalam melaksanakan pekerjaan beton bertulang, hal ini untuk memastikan bahan yang digunakan sesuai dengan spesifikasi ukuran dan jumlah dalam perencanaan, misalnya saja dalam pemilihan besi tidak boleh keliru, kualitas beton yang digunakan harua sesuai rencana, dan pengawasan juga dimaksudkan untuk mengecek kualitas bekisting dan perawatan yang benar.

5. Perawatan pasca pengecoran beton yang keliru
Setelah pekerjaan pengecoran perlu dilakukan curing, yaitu upaya untuk memperlambat pengerasan beton agar tidak terlalu cepat sehingga terjadi retak, caranya bisa dilakukan dengan penyiraman, menutup dengan karung basah, atau bisa juga dengan mencampurkan bahan tertentu pada adukan beton.

6. Terjadi bencana di luar batas rencana kekuatan beton bertulang
Misalnya gempa bumi yang dahsyat, boom atau memang sengaja menghancurkan beton.

Salah Jurusan itu Menguntungkan, Sebenarnya!

Tidak di pungkiri lagi jika kita yang saat ini sedang duduk di bangku kuliah pasti salah satu teman atau bahkan kita sendiri itu pasti ada yang salah masuk jurusan.
Sebenarnya kalimat salah jurusan itu adalah efek kekecewaan dari mahasiswa yang kuliah pada jurusan yang bukan harapan mereka sebelumnya.


Jika kita sekarang kuliah di jurusan teknik sipil tapi sangat ingin kuliah di jurusan arsitektur, atau kita yang kuliah di jurusan arsitektur tapi sangat ingin kuliah di jurusan desain interior, ataupun sebaliknya. Ketahuilah sebenarnya kalian sedang mengalami proses keberuntungan. Kenapa masih dalam proses ? Karena keberuntungan tersebut akan datang waktu nya ketika kalian sudah menyelesaikan bangku perkuliahan nanti. Secara langsung ataupun tidak langsung kita pasti memahami tentang ilmu yang kita pelajari saat ini, dan siapa tau ilmu tersebut bisa kita gunakan saat didunia kerja nanti.

Jika kita sangat mencintai ilmu yang bukan pada jurusan kita, saran saya adalah kita harus tetap kejar ilmu itu, harus belajar walaupun dengan sedikit usaha yang lebih untuk mendapatkan ilmu tersebut. Di zaman seperti saat ini sangat mudah untuk mendapatkan informasi atau ilmu dari media apapun, seperti misalnya majalah, buku, internet dll. Tidak ada alasan untuk tidak mengejar ilmu yang kita impikan tersebut. Karena ilmu - ilmu yang kita pelajari didalam bangku kuliah ataupun yang kita pelajari sendiri diluar kampus itu pasti sangat berguna ketika kita telah mendapatkan pekerjaan nanti.


Bayangkan jika kita sekarang adalah mahasiswa teknik sipil tapi sangat mencintai arsitektur, jangan mengeluh karena kita tidak mendapatkan harapan yang kita inginkan. Syukuri apa yang kita pelajari dan dapatkan saat ini, dan kalian tetap harus berusaha untuk mencari informasi atau pengetahuan tentang arsitektur tersebut dengan berbagai cara dan media yang ada pada saat ini. Perkuliahan kita akan tidak terasa berat jika kita ikhlas dan menerima apa yang menjadi jalan kita dan diikuti dengan usaha untuk tetap menggapai mimpi yang kita impikan.

Percayalah pada akhir nya setelah kita menyelesaikan bangku perkuliahan kita nanti, kita tidak akan menyesali apa yang kita pelajari di kampus saat ini bahkan kita akan merasa sangat beruntung karena kita telah mendapatkan 2 bidang ilmu sekaligus yang nantinya akan bermanfaat pada wawasan dan pengetahuan kita didunia kerja nanti.


Pada intinya adalah syukuri apa yang ada pada saat ini, dan tetap semangat untuk mengejar harapan atau impian kita untuk menjadi kenyataan. Ubah lah mindset kita tentang salah jurusan itu yang merugikan menjadi suatu hal yang menguntungkan dalam berinvestasi ilmu dimasa depan.

Popularitas Seorang Arsitek dan Teknik Sipil



Jika kita perhatikan setiap kali bangunan yang megah ataupun unik kita pasti langsung bertanya tanya siapakah arsitek bangunannya ? Kenapa pikiran kita langsung terlintas arsiteknya ?

Padahal dalam pembuatan sebuah bangunan arsitek tidak bekerja sendirian, dia membutuhkan seorang partner kerja di bidang lain agar dapat membantu menyelesaikan bangunan tersebut dengan sempurna, salah satu nya adalah seorang ahli teknik sipil. Ahli teknik sipil akan merealisasikan konsep atau rancangan dari seorang arsitek agar bangunan tersebut menjadi nyata.


Tetapi tetap saja nama arsitek lebih terkenal dari nama seorang ahli teknik sipil. Ada beberapa sebab mengapa seorang arsitek lebih dikenal masyarakat dibandingkan dengan seorang teknik sipil.

1. Seorang arsitek telah dibekali ilmu dalam hal merancang seni bangunan, sehingga arsitek bisa membuat bangunan - bangunan yang lebih inovatif dan tidak biasa dari segi bentuk desain dan keindahan nya yang bisa dilihat langsung oleh masyarakat awam (biasa).

2. Peran teknik sipil disini membangun bangunan yang berasal dari rancangan arsitek tadi, jadi teknik sipil pasti akan mengikuti apa yang direncanakan oleh arsitek.

3. Teknik sipil telah dibekali ilmu dalam hal kekuatan sebuah bangunan, akan tetapi kekuatan bangunan tersebut tidak bisa dilihat secara mata telanjang, butuh alat pengukur untuk mengetahui kekuatan sebuah bangunan.

3. Meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada inovasi - inovasi terbaru dari teknik sipil, tapi itu adalah hal yang cukup sulit untuk dilakukan, karena fokus seorang ahli teknik sipil adalah kekuatan pada bangunan bukan pada bentuk.

4. Seorang arsitek akan selalu berusaha untuk membuat karakter , cerita ataupun tujuan pada setiap - setiap bangunan yang dirancangnya, karena hal itulah yang dapat membedakan bangunan satu dengan yang lainnya.

5. Manusia sangat menyukai keindahan, jika keindahan tersebut di aplikasikan kepada bangunan. Maka itu adalah tugas seorang arsitek untuk melakukannya bukan tugas seorang teknik sipil.


Itulah beberapa alasan mengapa popularitas seorang arsitek lebih tinggi dibandingkan dengan seorang teknik sipil di mata masyarakat awam (biasa). Akan tetapi di dalam dunia bangunan, peran seorang teknik sipil adalah sosok peran yang sangat penting juga, karena tanpa sosok teknik sipil tidak akan pernah ada bangunan yang bisa berdiri kokoh dan kuat.


Intinya adalah entah itu seorang arsitek atau pun seorang ahli teknik sipil, mereka adalah peran yang pasti dibutuhkan dalam setiap pembangunan dimanapun dan sampai kapanpun.
Arsitek dan teknik sipil adalah sebuah ilmu yang berkaitan antara satu dengan yang lain. Hanya saja masyarakat awam (biasa) lebih mengenal seorang arsitek dibanding teknik sipil, karena hasil yang dikerjakan seorang arsitek dapat diterima dan mudah dimengerti oleh masyarakat awam (biasa)

Syarat - Syarat Pembongkaran Bekisting

Pembongkaran acuan dan perancah jika di cor dilakukan apabila beton sudah mencapai umur ± 28 hari. Pada konstruksi tertentu kita bisa membongkarnya lebih awal, misalnya pada pekerjaan pondasi, pekerjaan kolom, dll; biasanya pada konstruksi yang tidak menggantung.
Pembongkaran terpaksa dilakukan karena waktu yang diperlukan oleh pekerjaan lain yang tergantung dari pekerjaan beton tersebut untuk konstruksi yang menggantung jangan sekali – kali dilakukan pembongkaran acuan / perancah sebelum beton cukup umur, misalnya pada balok, lantai, konsol, luifel, dll.
Apabila hal ini dilakukan, maka akan berakibat buruk, misalnya retak pada beton, atau lepasnya ikatan beton dengan tulangan.


Syarat-syarat  Pembongkaran Acuan dan Perancah

1.Syarat Ekonomis
Pada saat acuan dibongkar usahakan bekas bahan bongkaran supaya bisa dipergunakan kembali agar dapat mnghemat biaya seminimal mungkin. Hal ini dapat dilakukan apabila dalam pembongkaran dilakukan secara hati – hati.

2.Syarat Keamanan
Hal ini penting sekali, jangan sampai di dalam pembongkaran urutan pembongkaran tidak diperhatikan sehingga bagian yang belum terbongkar ataupun yang sudah terbongkar dapat mencelakakan pekerja yang sedang bekerja.
Misalnya di dalam pembongkaran acuan dan perancah lantai. Pertama dibongkar dahulu skur–skurnya kemudian tiang-tiangnya. Dalam pembongkaran tiang, harus hati–hati karena tiang ini yang menyangga seluruh beban di atasnya. Kalau tidak hati–hati maka apa–apa yang ada di atasnya bisa rubuh dan menimpa pekerja yang sedang berada di bawahnya.
Gunakan pakaian keamanan ( sepatu safety, helm, tali, sarung tangan, dan kaca mata ).

3.Syarat Konstruktif
Pembongkaran tiang secara teoritis perlu diperhatikan bidang momen yang timbul harus sama dengan bidang momen yang direncanakan. Jadi pada pembongkaran tiang perancah lantai harus dimulai dari tengah dulu kemudian ke arah tepi.
Hal ini dimaksudkan agar bidang momen yang timbul akan sama dengan bidang momen yang direncanakan. Sedang pada pembongkaran konsol ( balok kantilever ), dimulai dari ujung. Dengan maksud untuk mendapatkan bidang momen yang sama.



Syarat konstruktif untuk pembongkaran acuan dan perancah dibagi menjadi dua, yaitu :

1. Berdasarkan Waktu
Berdasarkan waktu pembongkaran dibagi menjadi dua, yaitu :

- Untuk cetakan samping atau yang tidak menahan momen, acuan ini boleh dibongkar setelah bentuk beton stabil (cetakan dinding balaok, cetakan dinding)  > 24 jam.

- Untuk penyangga datar yang menahan momen : boleh dibongkar setelah beton mencapai kekuatan penuh, dibuktikan dengan hasil uji kubus di laboratorium, untuk beton konvensional  28 hari (beton tanpa bahan tambahan).

2.Berdasarkan Metode
Urutan-urutan pembongkaran acuan dan perancah harus sesuai dengan momen yang telah direncanakan.



Metode-metode yang digunakan dalam pembongkaran acuan dan perancah adalah :

a. Urutan-urutan pembongkaran acuan dan perancah harus sesuai dengan momen yang telah direncanakan, sehingga momen yang terjadi akibat pembongkaran sama dengan momen yang telah direncanakan.

b. Pembongkaran acuan dan perancahnya dimulai dari ujung untuk mendapatkan bidang momen yang sama.

c. Pembongkaran tiang perancahnya harus dimulai dari tengah dan diteruskan di kiri kanannya sampai ke tepi.

Jumat, 22 Januari 2016

Pendapatan per-bulan Engineer dan Designer Bangunan

Selain mendapat perkerjaan, hal yang kita cari adalah mendapatkan pendapatan yang sesuai dengan pekerjaan yang kita kerjakan. Sebelum kita benar - benar terjun ataupun telah terjun di dalam dunia bangunan, akan ada baik nya jika kita memiliki gambaran berapa pendapatan yang akan kita dapati dari pekerjaan kita nanti, agar kita lebih siap dan matang untuk menghadapi duni kerja bangunan.


Disini kami akan memberikan beberapa gambaran pendapatan dari masing - masing jenis pekerjaan didalam bidang bangunan.

Gaji kotor per bulan dengan pengalaman kerja 3 tahun.

1. Arsitek bangunan/gedung = 4 juta - 6 juta.
Usia rata - rata dalam pekerjaan ini 30 tahun.
Rata - rata jam kerja dalam seminggu adalah 42 jam

2. Kontraktor kontruksi = 3,5 juta - 6 juta.
Usia rata - rata dalam pekerjaan ini 30 tahun.
Rata - rata jam kerja dalam seminggu adalah 45 jam

3. Manajer proyek teknik sipil = 3,5 juta - 6 juta.
Usia rata - rata dalam pekerjaan ini 30 tahun.
Rata - rata jam kerja dalam seminggu adalah 45 jam.

4. Manajer kontruksi = 4,5 juta - 9,5 juta.
Usia rata - rata dalam pekerjaan ini 35 tahun.
Rata - rata jam kerja dalam seminggu adalah 45 jam.

5. Pekerja/buruh kontruksi = 2 juta - 4,5 juta.
Usia rata - rata dalam pekerjaan ini 30 tahun.
Rata - rata jam kerja dalam seminggu adalah 50 jam.

6. Pengawas kontruksi/bangunan = 3 juta - 5,5 juta.
Usia rata - rata dalam pekerjaan ini 33 tahun.
Rata - rata jam kerja dalam seminggu adalah 45 jam.

7. Perancang kontruksi = 3,5 juta - 6 juta.
Usia rata - rata dalam pekerjaan ini 31 tahun.
Rata - rata jam kerja dalam seminggu adalah 45 jam.

8. Perencana kota = 4 juta - 6 juta.
Usia rata - rata dalam pekerjaan ini 29 tahun.
Rata - rata jam kerja dalam seminggu adalah 41 jam.

9. Juru hias bagian dalam = 4,5 juta - 6 juta.
Usia rata - rata dalam pekerjaan ini 27 tahun.
Rata - rata jam kerja dalam seminggu adalah 40 jam.

10. Perancang bagian dalam = 4,5 juta - 6 juta.
Usia rata - rata dalam pekerjaan ini 27 tahun.
Rata - rata jam kerja dalam seminggu adalah 40 jam.

11. Ahli struktur bangunan = 4 juta - 6 juta.
Usia rata - rata dalam pekerjaan ini 30 tahun.
Rata - rata jam kerja dalam seminggu adalah 42 jam.

12. Ahli teknik sipil = 3 juta - 5,5 juta.
Usia rata - rata dalam pekerjaan ini 33 tahun.
Rata - rata jam kerja dalam seminggu adalah 45 jam.


Ini adalah beberapa acuan atau gambaran dari besaran pendapatan yang di dapat oleh masing - masing jenis pekerjaan dalam bidang bangunan, jadi yang pasti itu semua tidak sepenuhnya akan sama. Pendapatan yang akan kita dapatkan tergantung dari pengalaman kerja, wilayah kerja, dan kualitas kerja kita terhadap pekerjaan yang kita kerjakan.


Semoga kita semua mendapatkan pekerjaan yang benar - benar sesuai dengan kampuan dan harapan kita. Terima kasih, semoga bermanfaat.

*sumber diatas berasal dari survei yang telah dilakukan oleh www.gajimu.com

Rumah Dari Bambu. Kenapa Tidak ?


Sudah tidak dipungkiri lagi, untuk membangun sebuah rumah kita tidak selalu memerlukan beton, kayu, ataupun baja untuk menjadi bahan bangunannya. Berkat inovasi - inovasi dari seorang arsitek, jenis tanaman bambu pun dapat menjadi pilihan untuk digunakan sebagai bahan bangunan. Meskipun bambu rentan terhadap serangan kumbang bubuk, tetapi itu bisa di minimalisir dengan cara bambu diawetkan terlebih dahulu. Pada saat Hiroshima di jatuhi bom atom sampai rata dengan tanah, bambu adalah jenis tanaman yang masih dapat bertahan.



Ada beberapa alasan mengapa bambu dapat digunakan sebagai bahan bangunan rumah, adapun keunggulan bambu ialah :

1. Bambu mudah ditanam dan tidak memerlukan pemeliharaan secara khusus.

2. Pada jenis bambu tertentu mereka dapat tumbuh vertikal 5 cm per jam, atau 120 cm per hari. Maka bambu dengan kualitas baik dapat diperoleh pada umur 3 - 5 tahun, berbeda dengan kayu hitam yang dapat diperolah setelah 40 - 50 tahun.

3. Tanaman bambu memilik ketahan yang luar biasa.

4. Bambu memiliki kekuatan cukup tinggi, kuat tariknya dapat dipersaingkan dengan baja.

5. Bambu berbentuk pipa sehingga momen kelembabannya tinggi.

6. Bambu memiliki nilai ekonomis yang sangat menguntungkan.

7. Bambu memiliki sifat ramah lingkungan.


Meskipun bambu memilik keunggulan tertentu, namun bambu juga memiliki beberapa kelemahan - kelemahan yaitu :

1. Bambu mempunyai durabilitas yang sangat rendah, yang sangat berpotensi untuk diserang kumbang bubuk.

2. Kekuatan sambungan bambu yang pada umumnya sangat rendah karena perangkaian batang - batang struktur bambu sering kali dilakukan secara konvensional memakai paku, pasak, atau tali ijuk.

3. Kelangkaan buku pentunjuk perancangan atau standar berkaitan dengan bangunan yang terbuat dari bambu.

4. Sifat bambu yang mudah terbakar.

5. Opini masyarakat yang sering menghubungkan bambu dengan kemiskinan, sehingga orang segan tinggal dirumah bambu karena takut dianggap miskin.


Itulah beberapa keunggulan dan kelemahan bambu sebagai bahan bangunan rumah. Semua itu kembali lagi kepada diri pribadi masing - masing, tergantung dari kebutuhan dan keinginan dari setiap individu.

Terima kasih. Semoga bermanfaat.

Gambar - Gambar Rencana (Lengkap)


Gambar rencana dibuat menggunakan skala, menempatkan posisi gambar dan penempatan gambar detail harus berdekatan dari gambar denahnya dan untuk lebih baik dan sempurna agar disisipkan gambar perspektifnya,

1. DENAH (Ukuran dan penjelasan harus ditulis lengkap)
Menggambarkan pembagian ruangan - ruangan, letak - letak pintu dan jendala, bentuk dan ukuran lantai ruangan dapat diberi garis atap yang digambar dengan garis titik - titik, skala 1:100.

2.TAMPAK (Tanpa ukuran dan penjelasan)
Gambar tampak yang harus dibuat adalah tampak muka, tampak samping kiri, tampak samping kanan skala 1:100


3.POTONGAN (Diberi ukuran dan penjelasan)
Gambar potongan, menggambarkan ruang dalam dan pondasinya digambar dalam 2 (dua) arah, muka -  belakang dan samping kiri - kanan.

4.RENCAN PONDASI (Diberi ukuran dan penjelasan)
Menggambarkan tipe dan ukuran pondasi yang dipakai, semua bagian yang ada pondasinya harus digambar lengkap, digambar lebar atas dan lebar dasar dengan diberi garis tembok, skala 1:100.


5.RENCANA ATAP (Diberi ukuran dan penjelasan)
Menggambar bentuk atap yang dipakai, garis atap digambar titik - titik, dijelaskan letak kuda - kuda, balok gording, usuk dan juga bahan penutup atapnya, gambar talang dan lobang buangan, garis bubungan, jure luar, jure dalam digambar dengan garis khusus, skala 1:100.


6.RENCANA PLAFON (Diberi ukuran dan penjelasan)
Digambar petak - petak pembagian plafon disetiap ruangan, rangka plafon digambar lengkap dengan balok induk, balok pembagi dan ukuran kayu yang dipakai, skala 1:100.


7.RENCANA SANITASI (Diberi ukuran dan penjelasan)
Gambar letak - letak lobang buangan pada kamar mandi, WC, dapur, bak cuci, tempak buangan lain, arah aliran saluran pembuangan diberi anah panah, letak bak control, septictank, sumur air bersih dan peresapan, jaraknya ditulis jelas, skala 1:100.


8.GAMBAR DETAIL :
    a. Detail Pondasi
      Bentuk potongan melintang dan ukurannya serta letak kedalaman dari pada pondasi yang                     dipakai. 


    b. Detail kuda - kuda
       Menggambarkan bentuk kuda - kuda yang dipakai dan penjelasan sambungan - sambungannya,          ukuran kayu yang dipakai ditulis jelas dan lengkap, apabila bentuk kuda - kuda yang dipakai                lebih dari satu, harus digambar semuanya.


    c. Detail Plafon
       Bentuk dan ketinggian plafon, sambungan kayu penggantung dan ukurannya ditulis lengkap dan          diberi penjelasan.


    d. Detail Kosen
       Bentuk kosen pintu dan jendela yang dipakai harus digambar, ukuran kosen dan kayu yang                  dipakai ditulis lengkap dan jelas.


    e. Detail Sanitasi
       Menggambarkan potongan melintang dan tampak atas dari pada bak control, septictank, sumur            peresapan, penjelasan pembuangan dari semua alat penerimaan air buangan, semua ukuran dan            bahan yang dipakai ditulis lengkap dan jelas.


    f. Detail
       Bagian bangunan yang dianggap penting dan khusus.

9.SITUASI
Gambar situasi menggambarkan bentuk dari tanahnya ukurannya, letak terhadap suatu jalan yang ada, ditulis nama jalannya, denah bangunan diatas tanah diberi warna hitam, pada gambar situasi diberi arah mata angin (arah utara).